tune up honda blade

Perlu Bikin Bushing

5556subtitusi-kem-axl-1.jpgBikin ngibrit Honda Blade enggak perlu pusing. Apalagi kalau mencari part pengatur buka-tutup klep yang juga otak mesin empat langkah alias kem. Sebab, kini sobat bisa melirik noken as racing skubek. Utamanya, milik Honda BeAT. Jadi, enggak perlu susah mencari part racing Blade.

Makin mantap, karena banyak produsen part racing skubek juga menyediakan kem BeAT. Iya lha, kan sekarang ada matik race. Makanya, part racing skubek jadi ikut bermain. He..he..he… Boleh dibilang, makin jadi banyak pilihan yang bisa diboyong.

“Tapi, usahakan untuk mencari part yang memang bagus bahannya. Sedang pencarian durasi, belum tentu semua bisa langsung pakai. Tergantung kebutuhan juga seting yang diterapkan di mesin itu sendiri,” ujar Sartogu Monte dari tim Honda Banten.5557subtitusi-kem-axl-2.jpg

Saran pria yang akrab disapa Monte ini, cari kem racing yang sudah aplikasi pinggang dan lift klep tinggi. “Jadi, nantinya enggak perlu lagi dilas kemudian baru dipapas untuk cari durasi yang dimaui,” timpal pria berdarah Medan ini.

Iya, seperti kebanyakan metode yang dilakukan banyak mekanik ketika melakukan seting noken as. Sehingga, durasi yang diterapkan bisa lebih lama untuk membuat klep semakin tinggi membuka. Tidak sedikit kem racing yang sudah menerapkan pinggang atau lift tinggi untuk produknya.

Misalnya, kem Kawahara. Kem buatan produsen yang cukup digemari di kalangan pecinta pacuan matik ini sudah aplikasi apa yang disebut di atas. Dengan pinggang kem 26,8 mm dan tinggi 31,80 mm, sehingga noken as ini masih bisa dipapas tanpa perlu harus dilas terlebih dulu demi mencapai kontruksi yang diinginkan.

5558subtitusi-kem-axl-3.jpgApalagi setidaknya, kem yang dibutuhkan untuk Blade bermain di arena balap hanya di kisaran pinggang 26,5 mm dan tinggi 30 mm. Jelas makin mempermudah sobat karena cukup dilakukan teknik pemapasan aja. Tul gak?

Untuk pemasangannya, memang sedikit butuh keahlian expert sih. Sebab, harus mengakali di bagian kepala silinder. Terutama, bagian dudukan kem paling luar. Itu tuh, yang dekat gigi sentrik.

“Tapi, penyesuaiannya tidak hanya sebatas itu saja. Butuh bikin bushing lagi. Pastinya di bagian dudukan kem yang terletak di kepala silinder. Sebab, bearing yang dipakai BeAT dengan Blade memang memiliki ukuran yang berbeda,” ungkap Monte yang sudah puluhan tahun bergelut di dunia balap.

Oh, setelah dilakukan pengukuran, terbukti memang kalau bearing alias laher milik Blade lebih besar ketimbang BeAT. Jika kode laher Blade 6904, maka kode bearing yang ada pada BeAT 6902. Makanya, laher BeAT lebih kecil. Sementara untuk part yang lainnya, tetap masih bisa aplikasi milik Blade.“Termasuk untuk gigi sentriknya,” tambah pria ramah ini lagi.

Sementara untuk proses bushingnya sendiri, perlu ke tukang bubut. Tentu minta bantuan sang ahli demi membuat dudukan baru dengan bahan besi ancuran. Sebagai bahan patokan ukuran, setidaknya perlu bushing dengan ketebalan sekitar 4 mm untuk membuat kem BeAT berfungsi layaknya. Menurut Monte, ada keunggulan lain ketika menerapkan langkah alias metode ini.

“Karena bearing BeAT lebih kecil, putaran kem juga menajdi lebih fokus,” katanya. Ibarat poros putaran yang terjadi, dengan laher kecil maka getaran yang diterima laher dan kem menjadi lebih minim ketimbang laher besar.

Selain itu ketika sudah aplikasi kem BeAT, juga tidak perlu khawatir ketika mengencangkan baut penahan pelatuk kem. Meski dikencangkan sekuatnya, dudukan baut tidak mungkin mendekati laher. Terutama ketika mesin mengalami pemanasan maksimal. Iya dong! Karena jarak baut dengan laher sekarang semakin jauh. Jadi lebih aman kan?

TONY MOTOR